Model Skadel ada Juga loh..

Posted by Tovic 'Sobat' Malakian on 00.40
 Modelnya yang bagus dan mudah dioperasikan menjadi keunggulan dari ponsel Nexian G900 yang dimiliki Jessica Sheila Jahja. Selain unggul dari sisi model ponsel ini juga sangat nyaman dan cepat digunakan untuk membuka facebook.
 




"Ponsel ini dilengkapi fitur facebook di bagian menu. Kalau mau akses facebook tidak perlu buka melalui opera atau sejenisnya," kata gadis yang akrab disapa Jessi ini.

 
Dia mengaku sejak aktif di jaringan situs pertemanan facebook sekitar setahun yang lalu saat ini Jessi telah memiliki lebih dari 200 ribu teman dan sahabat di facebook. Di antara teman yang di-add di facebook-nya ada teman sekolah, teman yang dikenal di dunia maya serta keluarga termasuk kedua orang tuannya.
"Sejak ada facebook bila ada kegiatan di luar sekolah saya biasa memberitahukan mama lewat status di facebook. Begitu juga kalau terlambat pulang sekolah atau lagi ada kegiatan di sekolah saya bisanya mengabarikan keluarga pakai facebook," terang Jessi.




Ponsel Nexian G900 juga dilengkapi dengan kamera dua megapixel yang memiliki hasil jepretan yang cukup jernih dan jelas. "Biasanya bila ada foto yang bagus saya langsung upload di facebook," kata Jessica.
Jessica mengaku menggunakan ponsel merek Samsung sebelum beralih ke ponsel Nexian. "Saya ganti ponsel karena model Nexian lagi tren," ujarnya. Untuk urusan pulsa, gadis kelahiran Ujungpandang, 17 Mei 1993 itu menyisihkan uang sakunya sebesar Rp 300 ribu per bulan.(fik)

Data diri
Nama    : Jessica Sheila Jahja
Sapaan  : Jessi/ Chacha
Lahir: Ujungpandang, 17 Mei 1993
Alamat : BTN Antara A16 No. 5 Makassar
Pendidikan : SMK Negeri 8 Makassar Kelas II Busana
Hobi : Browsing, baca novel, dan berenang
Orangtua:
Ayah: Jeffrey Jahja  (Alm)
Ibu: Srimiyati Mangentang

Sumber : Tribun Timur

SMKN 8 MAKASAR STUDI BANDING DI SIK

Posted by Tovic 'Sobat' Malakian on 00.22


Kuala Lumpur, 4 aGUSTUS 2009. Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 8 Makassar melakukan studi banding ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
Suwandi,S.Pd.M.Pd, mewakili Kepala Sekolah indonesia memberikan presentasi terhadap kondisi terkini SIK.
" Terhitung 1 Agustus 2009 Kepala SIK, Abdul Djawad, S.Pd. telah purnatugas dan digantikan oleh Kepala Sekolah yang baru, Els Lee.Posisi Kepala Sekolah yang baru masih berada di Jakarta karena sedang berjuang dalam ajang Kepala Sekolah Berprestasi mewakili provinsi DKI Jakarta."
Prestasi akademis (tingkat kelulusan, pencapaian sandar KKM, SKL) dan prestasi nonakademis seperti keterlibatan guru dan siswa sebagai duta bangsa pun tak lepas menjadi perbincangan pada pertemuan tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peseta Studi baning SMKN 8 Makassar antara lain: adakah sistem pendidikan Malaysia yang diadopsi, personal rekruitment, masalah-masalah yang sering muncul, dan kesejahteraan.

Suwandi, S.Pd. M.Pd., yang didampingi Sekretarisnya, H. Saparuddin, M.Pd.dan Waka Humas, Dewi Kartikaningrat,S.Pd., menerangkan bahwa SIK murni menggunakan kurikulum Indonesia (KTSP). SIK menerapkan sistem naik dan tidak naik sedangkan Malaysia bodoh atau pintar, semua akan selalu naik.Tentang recruitment melalui pengiriman guru dari Biro Kerjasama Luar negeri Depdiknas Jakarta dan staf lokal yang diatur oleh KBRI.
" Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) lebih menekankan karakter profesional, oleh karena itu saya selalu menekankan agar penamplan siswa SMK harus lebih dibandingkan degan yang bukan SMK. Uang boleh minim tetapi penampilan harus maksimal." Demikian ujar Ketua rombongan, Hj. Fatma Hamzah.
Berikut para peserta studi banding:Hj.Fatma Hamzah,Yemmiati,Nur'aini, Hj. Rahmawati S.,Hj. saleha Side, Muliati Poniman, Marwah, iting, Hj. Junaedah, Hj. Rumiaty, Hj. Nurtini, Hj. Hasnah Gama, Erny Yusuf, Halimah, A.Tenriola sinrang, Hj. kartini Ilyas, Suraidah,S.Pd.,Dra. Hj. Mahniar, Dra. Rosyidah, Dra. Henny S. Nuraieni Mansyur,S.Pd., Dra. Ariati, Hj. Hawifah.

Daya Serap Alumni Pariwisata

Posted by Tovic 'Sobat' Malakian on 00.08
Alumni sekolah pariwisata menjadi prioritas utama dalam industri pariwisata, baik dalam maupun luar negeri. Permintaan tenaga kerja di industri pariwisata saat ini masih diibaratkan “sumur yang mencari timba”.

Pertumbuhan industri pariwisata saat ini, baik lokal, nasional maupun internasional, belum sebanding dengan lulusan dari sekolah pariwisata itu sendiri. Hal ini disebabkan karena sekolah pariwisata lebih mengedepankan kualitas dari pada kuantitas siswa. Direktur Quality Tourism School, Anggiat Sinaga mengatakan, sekolah pariwisata memberikan kontribusi yang sangat besar dalam industri pariwisata. Dalam arti, lulusan dari sekolah pariwisata akan terserap secara baik di industri pariwisata, bukan hanya di Sulsel tetapi juga di Indonesia pada umumnya, bahkan di luar negeri.




Dikatakannya, karena ada kekhawatiran munculnya kendala dalam mendapatkan tenaga kerja yang profesional, maka Hotel Clarion Makassar membuka Quality Tourism School (QTS) bekerja sama de-ngan Career Development Institute “CDI” dan Choice Hotels Indonesia Group, untuk mencetak tenaga siap kerja yang berpengetahuan, terampil dan beretika untuk hotel-hotel berbintang. “Kini QTS kewalahan melayani permintaan tenaga kerja perhotelan di Malaysia. Sekarang ini dibutuhkan 50 orang yang akan ditempatkan di sana dan akan berangkat pada bulan Oktober. Kami dari Quality Tourism School untuk hal tersebut kewalahan dan bingung mencari orang-orang yang akan diberangkatkan ke Malaysia,” paparnya.

Di Makassar, ulas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) ini, pertumbuhan hotel sangat baik. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, segera akan beroperasi tempat wisata yang terbesar seperti trans studio. Begitu juga Bosowa, dan daerah Panakkukang, Mamuju dan Sengkang.
Tentu dibutuhkan tenaga-tenaga profesional. Utamanya, lulusan-lulusan dari sekolah pariwisata menjadi alternatif pertama yang akan direkrut menjadi kar-yawan untuk hotel dan restoran tersebut, katanya.



Satu hal yang jadi kebanggaan dari lulusan akademi pariwisata maupun sekolah pariwisata, jelas Anggiat, mereka tidak hanya bisa bekerja di industri perhotelan semata, tetapi juga sangat layak untuk diterima di industri lainnya, seperti perbankan dan penerbangan.
Jadi memang saya lihat peluang kerja para lulusan tersebut sangat terbuka lebar. Di Hotel Clarion sendiri, dari jumlah seluruh karyawan, sekitar 30-35 persen pegawainya merupakan alumni perhotelan.
jelas General Manager Hotel Clarion Makassar ini.

Sementara itu, Humas dan Hubungan Industri dalam dan Luar Negeri SMKN 8 Makassar, Rahmawati Sangaji mengatakan, ketika siswanya selesai mengikuti PSG/Praktek Industri, umumnya perusahaan tempat mereka praktek langsung memberi tawaran untuk bekerja.
Ada dua hal yang ditawarkan oleh perusahaan tempat siswa melakukan praktek kerja industri, yaitu bekerja setelah selesai sekolah, dimana siswa setelah pulang dari sekolah, dapat masuk di shift kedua yaitu pukul 15.00 wita sampai pukul 23.00 wita, atau bisa juga nanti setelah siswa itu tamat,
terang Rahmawati.

SMKN 8 Makassar bekerja sama dengan beberapa hotel, baik dalam maupun luar negeri, mulai dari bintang tiga hingga bintang lima. Seperti Makassar Golden Hotel, Hotel Clarion, Hotel Quality, Hotel The Banua, Hotel Sahid, dan Hotel Imperial.
Kami juga memiliki MoU dengan hotel-hotel tersebut. Untuk di luar negeri kami menjalin kerjasama dengan Malaysia, Singapura dan Inggris. Malah di Inggris, ada siswa kami yang sudah tujuh tahun bekerja. Inilah yang menjembatani adik-adik tingkatnya yang akan berangkat ke sana dengan mencarikan industri tempat bekerja yang cocok. Bagi mereka sekarang ini ada 20 siswa yang sedang praktek industri di sana, demikian pula di Malaysia,
tuturnya.




Daya serap alumni pariwisata dari SMK Negeri 8 di dunia kerja, sambung Rahmawati, adalah sekitar 75 persen karena setelah tamat ada yang kuliah dan ada yang berumah tangga sehingga tidak langsung bekerja.
Andaikan tidak kuliah dan tidak berumah tangga, saya yakin bisa seratus persen, karena industri sangat membutuhkan mereka sebagai tenaga-tenaga terampil, bahkan permintaan tenaga kerja sudah ada sejak siswa tengah menjalankan Ujian Nasional. Kami selalu menangani dan melayani dengan baik semua kebutuhan siswa tersebut berdasarkan permintaan yang kami terima.
ujarnya.

Profesionalisme SMKN 8 Makassar Di Dunia Pendidikan

Posted by Tovic 'Sobat' Malakian on 23.56
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Makassar atau yang akrab dengan sebutan Skadel Makassar adalah satu-satunya sekolah kejuruan negeri di Indonesia Timur, yang memiliki reputasi di dunia internasional. Terutama di London (Inggris), Kualalumpur (Malaysia), Singapura dan Di Negara-Negara maju dan Berkembang di Dunia Pariwisata.

Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dengan predikat profesional di bidang pengelolaan manajemen sekolah dan sistem pembelajaran. Desain yang ditandai dengan penghargaan yang dimiliki selaku pemegang Sertifikat ISO 9000-2001, makin mendapat kepercayaan ditiga negara.

Indikatornya, tiap tahun sekolah ini mengirimkan siswanya kepada tiga negara itu untuk melaksanakan praktik industri.

Pengelola IHS Hubungan Internasional Franklin JH. Nanuwasa mengatakan pembekalan dalam rangka pelepasan sebanyak tujuh siswa, melaksanakan praktik industri di Hotel Grand Kampar Kualalumpur, Malaysia selama dua tahun.

Menurut, Franklin, diantara sebelas siswa, tujuh orang siswa kelas III (Semester 6) yang dipersiapkan mengikuti Ujian Nasional (UN) di Kualalumpur. Persiapan yang dilakukan manajemen sekolah jika siswa itu tidak mendapat izin pulang dari pimpinannya saat UN tahun pembelajaran 2007 – 2008 berlangsung April. Seperti tahun sebelumnya dua orang praktik Industri di inggris, (Yandhy Rivaldy dan Vikri) Ujian Nasional di London, ujarnya.
Diantara pekerja praktik industri itu, 4 orang akan giat dibidang House Keesing, tujuh wanita perdalam program keahliannya dibidang servic perhotelan.

KETENTUAN REGISTRASI IKA SMK NEGERI 8 MAKASSAR

Posted by Tovic 'Sobat' Malakian on 21.15

KETENTUAN REGISTRASI IKA
(IKATAN KELUARGA ALUMNI)



  1. SETIAP ALUMNI SKKA / SMKK / SMKN 8 MAKASSAR WAJIB MENGISI FORM REGISTRASI.

  1. MENGIKUTI SEMUA PERATURAN SEMUA PERATURAN IKA YANG TELAH DITETAPKAN BERSAMA DEWAN PENASEHAT IKA.

  1. MEMBAYAR BIAYAREGISTRASI SEBESAR RP. 50.000,-(MENDAPATKAN ID CARD + PIN IKA).

  1. IKUT SERTA DALAM SETIAP KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN OLEH IKA.

  1. UP – DATE INFORMASI SETIAP 2 MINGGU SEKALI.


Makassar, Oktober 2009


Mengetahui:

Dewan Penasehat                                   Ketua Harian IKA


Dra. Hj. Junaedah                                  Dhany Prints